1. Tentukan H0 dan H1
2* Tentukan statistik uji (z atau t)
3* Tentukan arah pengujian (1 atau 2)
4* Tentukan Taraf Nyata Pengujian (a atau a/2)
5. Tentukan nilai titik kritis atau daerah penerimaan-penolakan H0
6. Cari nilai Statistik Hitung
7. Tentukan Kesimpulan (terima atau tolak H0)
A. Pengujian Nilai Tengah μ dengan Sampel Berukuran Besar (n > 30)
1. Keputusan mengenai hipotesis dibuat berdasarkan perbedaan antara nilai z yang diperoleh dari sampel dengan zα, yaitu:
Catatan:
Level of significance (α) merupakan nilai yang menyatakan probabilitas atau kecenderungan seorang penguji melakukan kesalahan jenis I (biasa disebut dengan Galat Jenis I). Kesalahan jenis I (galat jenis I) adalah suatu kesalahan di mana seorang penguji menolak H0, namun sesungguhnya H0 itu adalah hipotesis yang benar. Dengan kata lain, Galat Jenis I adalah kesalahan berupa menolak H0 yang benar.
Contoh Soal:
Sebuah perusahaan alat olahraga mengembangkan jenis batang pancing sintetik, yang dikatakan mempunyai kekuatan dengan nilai tengah 8 kilogram dan simpangan
Penyelesaian:
= 7,8 n = 50 σ = 0,5 μ0 = 8
a. Formulasi hipotesisnya:
H0 : μ = 8
H1 : μ ≠ 8
b. Taraf nyata dan nilai Z tabelnya:
α = 1% = 0,01
Z0,05 = - 1,64 (pengujian sisi kiri)
c. Wilayah kritik : Z < -2,575 dan Z > 2,575, sedangkan dalam hal ini


![]()
d. Kesimpulan
Tolak H0 dan disimpulkan bahwa rata-rata kekuatan batang pancing tidak sama dengan 8 kilogram, tetapi kurang dari 8 kilogram.
B. Pengujian Nilai Tengah μ dengan Sampel Berukuran Kecil (n ≤ 30)
Pengujian nilai tengah μ yang menggunakan sampel berukuran kecil (n ≤ 30) dapat dilakukan dengan memakai sebaran t sebagai pengganti sebaran normal. Langkah pengujian nilai tengah dengan sampel berukuran kecil pada dasarnya sama dengan langkah pengujian nilai tengah dengan sampel berukuran besar, namun nilai kritik t ditentukan berdasarkan level of significance (α) dan derajat kebebasan (v) pada sebaran t. Setelah nilai kritik t ditentukan, langkah selanjutnya adalah menghitung nilai t dari sampel yang diuji.
Rumus yang dapat digunakan untuk menentukan nilai t dari sampel adalah sebagai berikut:

dengan derajat kebebasan (degrees of freedom) v = n – 1 dan level of significance (α) yang biasanya sudah ditetapkan di dalam soal. Jika nilai α tidak ditetapkan di dalam soal, maka nilai α tersebut harus ditentukan sendiri. Besarnya nilai α ditetapkan bergantung pada seberapa besar tingkat ketelitian atau kepercayaan yang diinginkan terhadap hasil pengujian tersebut. Jika nilai α semakin kecil maka tingkat ketelitian atau kepercayaan akan semakin besar. Level of significance (α) dan derajat kebebasan (v) mutlak diperlukan untuk menentukan nilai kritis t (dengan membaca tabel sebaran t).
Contoh Soal:
Sebuah sampel terdiri atas 15 kaleng cat, memiliki isi berat kotor seperti yang diberikan berikut ini.
(isi berat kotor dalam kg/kaleng).
1,21 1,21 1,23 1,20 1,21
1,24 1,22 1,24 1,21 1,19
1,19 1,18 1,19 1,23 1,18
Jika digunakan taraf nyata 1%, dapatkah kita meyakini bahwa populasi cat dalam kaleng rata-rata memiliki berat kotor 1,2 kg/kaleng? (dengan alternatif tidak sama dengan). Berikan evaluasi anda!
Penyelesaian:
μ0 = 1,2 n = 15 α = 1% = 0,01
∑X = 18,13
∑X2 = 21,9189


![]()
a. Formulasi hipotesisnya:
H0 : μ = 1,2
H1 : μ ≠ 1,2
b. Taraf nyata dan nilai t tabel:
α = 1% = 0,01; α/2 = 0,005 dengan db = 15 – 1 = 14
t0,005:14 = 2,977
c. Kriteria pengujiannya: pengujian dua arah
H0 diterima apabila : -2,977 ≤ t0 < 2,977
H0 ditolak apabila : t0 > 2,977 atau t0 < -2,977
d. Uji statistik:


![]()
e. Kesimpulan:
Karena –t0,005:14 = -2,977 ≤ t0 = 1,52 ≤ t0,005:14 = 2,977, maka H0 diterima.
Jadi, populasi cat dalam kaleng secara rata-rata berisi berat kotor 1,2 kg/kaleng.
C. Pengujian Selisih Dua Buah Nilai Tengah (μ1 – μ2) dengan Sampel
Berukuran Besar (n1 > 30 dan n2 > 30)
Pengujian selisih dua nilai tengah melibatkan dua buah populasi yang akan diuji. Prosedur pengujian selisih dua buah nilai tengah (μ1 – μ2) dengan sampel berukuran besar (n1 > 30 dan n2 > 30) pada dasarnya pun sama dengan prosedur pengujian nilai tengah dengan sampel berukuran besar. Perbedaannya hanya terletak pada cara menghitung nilai z dari sampel. Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai z dari sampel adalah sebagai berikut:

Keterangan:
Jika
dan
tidak diketahui, maka dapat diganti dengan
dan ![]()
Contoh Soal:
Seseorang berpendapat bahwa rata-rata jam kerja buruh di daerah A dan B sama dengan alternatif A lebih besar daripada B. Untuk itu, diambil sampel di kedua daerah, masing-masing 170 dengan rata-rata dan simpangan baku 38 dan 9 jam per minggu serta 35 dan 7 jam per minggu. Ujilah pendapat tersebut dengan taraf nyata 5% ! (varians/simpangan
Penyelesaian:
n1 = 100;
; s1 = 9
n2 = 70;
; s2 = 7
1. Formulasi hipotesisnya:
H0 : μ1 = μ2
H1 : μ1 > μ2
2. Taraf nyata dan nilai Z tabelnya:
α = 5% = 0,05
Z0,05 = 1,64
3. Kriteria pengujian: pengujian searah (sisi kanan)
H0 diterima apabila Z0 ≤ 1,64
H0 ditolak apabila Z0 > 1,64
4. Uji Statistik:

![]()


![]()
5. Kesimpulan: