Search This Blog

Total Pageviews

Friday, December 9, 2011

Tugas Analisis dan Estimasi Biaya (Botol Minum Sport)




TUGAS

ANALISIS DAN ESTIMASI BIAYA

(PRODUK BOTOL MINUM SPORT)


Disusun Oleh:

Nama / NPM : 1. Ade Panji Laras K. / 33409502

2. Finza Swastiko R. / 31409542

3. Ifan Meiyaludin / 36409302

4. Jack Joe / 31409795

Kelas : 3ID03

Mata Kuliah : Analisis dan Estimasi Biaya

Dosen : Dr. Ir. Hotniar Siringoringo, M.Sc.


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

BEKASI

2011



1. Deskripsi Produk

Produk yang dibuat adalah botol minum sport dengan merk Tirta Fresh sebagai pelengkap kebutuhan berolahraga masyarakat Indonesia. Fungsi dari produk ini adalah sebagai tempat menyimpan minuman yang ingin dibawa pada saat berolah raga. Botol minum ini dibuat dengan tiga jenis bahan dasar, yaitu plastik, karet, dan kaca. Berat kosong dari botol minum ini adalah 350 gram, sedangkan kapasitas isinya adalah sebanyak 750 ml. Tinggi botol 22 cm, diameter alas 7 cm, dan diameter tutup 3 cm. Terdapat beberapa inovasi yang diberikan pada botol minum sport Tirta Fresh, sehingga produk ini memiliki keunggulan dibandingkan botol minum lainnya. Fitur tambahan yang diberikan pada botol ini antara lain tahan benturan, mampu menjaga suhu minuman, desain ergonomis, bagian tutup dapat diputar atau ditarik, terdapat bagian pelindung tutup botol, terdapat supplement box, dan tali.

Botol ini dapat tahan benturan karena bagian luarnya dilapis dengan bahan karet yang dapat meredam benturan. Suhu minuman dapat tetap stabil karena bagian dalam botol ini dilapisi oleh kaca dan karet. Kaca dapat mencegah terjadinya perpindahan kalor secara radiasi, sedangkan karet dapat mencegah perpindahan kalor secara konduksi. Bagian dalam tutup botol ini dilapis juga dengan bahan karet yang rapat untuk mencegah kebocoran dan mencegah perpindahan kalor secara konveksi. Bentuk botol minum sport Tirta Fresh didesain secara ergonomis, sehingga nyaman digenggam. Tutup botol ini dirancang agar dapat dibuka dengan cara diputar atau ditarik. Jika ingin meminum secara langsung, tutup dapat dibuka dengan cara diputar. Jika ingin meminum dengan cara menyedot, maka tutup dapat dibuka dengan cara ditarik. Tutup botol juga dilengkapi dengan bagian pelindung yang menjaga agar tutup botol tetap bersih, terhindar dari kontak langsung dengan udara bebas. Supplement box dapat digunakan sebagai tempat menyimpan supplement atau vitamin yang perlu dibawa dan ingin diminum setelah berolah raga. Botol minum ini juga menjadi lebih mudah dibawa dan digantung dengan adanya tali. Gambar berikut ini menunjukkan bentuk fisik produk botol minum sport Tirta Fresh.


Selain Deskripsi produk, masih ada juga pembahasan mengenai proses produksi dan proses estimasi biaya. Tugas kelompok saya ini selengkapnya dapat diunduh dengan mengklik link di bawah ini:

http://www.ziddu.com/download/17750102/JackJoe_3ID03.doc.html

Sunday, November 27, 2011

Pengendalian Kualitas

Pengendalian kualitas merupakan teknik yang sangat bermanfaat agar suatu perusahaan dapat mengetahui kualitas produknya sebelum dipasarkan kepada konsumen. Teknik pengendalian kualitas dapat membantu perusahaan dalam mengetahui kelayakan kualitas produk berdasarkan batas-batas kontrol yang telah ditentukan. Berikut ini adalah uraian lebih lanjut tentang pengendalian kualitas.


Definisi dan Sejarah Pengendalian Kualitas

Kualitas adalah faktor kunci yang membawa keberhasilan bisnis, pertumbuhan dan peningkatan posisi bersaing. Kualitas suatu produk diartikan sebagai derajat atau tingkatan dimana produk atau jasa tersebut mampu memuaskan keinginan dari konsumen (fitness for use). Kualitas menjadi faktor dasar keputusan konsumen untuk mendapatkan suatu produk, karena konsumen akan memutuskan untuk membeli suatu produk dari perusahaan tertentu yang lebih berkualitas daripada saingan-sainganya. Alasan-alasan mendasar pentingnya kualitas sebagai strategi bisnis adalah sebagai berikut (Purnomo, 2004):

1. Meningkatkan kesadaran konsumen akan kualitas dan orientasi konsumen yang kuat akan penampilan kualitas.

2. Kemampuan produk.

3. Peningktan tekanan biaya pada tenaga kerja,energi dan bahan baku.

4. Persaingan yang semakin intensif.

5. Kemajuan yang luar biasa dalam produktifitas melalui program keteknikkan kualitas yang efektif.

Pengertian pengendalian kualitas adalah aktifitas pengendalian proses untuk mengukur ciri-ciri kualitas produk, membandingkan dengan spesifikasi atau persyaratan, dan mengambil tindakan penyehatan yang sesuai apabila ada perbedaan antara penampilan yang sebenarnya dan yang standar. Tujuan dari pengendalian kualitas adalah untuk mengendalikan kualitas produk atau jasa yang dapat memuaskan konsumen. Pengendalian kualitas statistik merupakan suatu alat tangguh yang dapat digunakan untuk mengurangi biaya, menurunkan cacat dan meningkatkan kualitas pada proses manufakturing. Pengendalian kualitas memerlukan pengertian dan perlu dilaksanakan oleh perancang, bagian inspeksi, bagian produksi sampai pendistribusian produk ke konsumen. Aktifitas pengendalian kualitas pada umumnya meliputi kegiatan-kegiatan berikut (Purnomo, 2004):

1. Pengamatan terhadap performansi produk atau proses.

2. Membandingkan performansi yang ditampilkan dengan standaryang berlaku.

3. Mengambil tindakan-tindakan bila terdapat penyimpangan-penyimpangan yang cukup signifikan, dan jika perlu perlu dibuat tindakan-tindakan untuk mengoreksinya.


Pengaruh Kualitas

Kualitas adalah elemen penting dalam operasi, selain itu kualitas juga memiliki beberapa pengaruh lain. Beberapa alasan yang membuat kualitas menjadi penting, yaitu sebagai berikut (Heizer, 2006):

1. Reputasi perusahaan.

2. Keandalan produk atau jasa.

3. Penurunan biaya.

4. Pertanggung jawaban produk atau jasa.

5. Peningkatan pangsa pasar.

6. Keterlibatan global

7. Penampilan produk atau jasa.

Definisi kualitas sebagaimana yang diambil oleh American Society for Quality adalah keseluruhan karakteristik produk atau jasa yang mampu memuaskan kebutuhan yang terlihat atau yang tersamar. Definisi kualitas terbagi atas beberapa kategori yaitu, definisi yang berbasis pengguna dengan arti kualitas bergantung pada pemirsa. Definisi yang berbasis manufaktur yaitu kualitas yang lebih tinggi dengan arti kinerja yang lebih baik, fitur yang lebih baik dan perbaikan lainya yang terkadang memakan biaya (Heizer, 2006).


Konsep Dasar Pengendalian Kualitas

Pengendalian kualiatas statistik adalah alat bantu manajemen untuk menjamin kualitas, karena pada dasarnya tidak ada dua produk yang dihasilkan oleh suatu proses produksi itu sama benar, tidak dapat dihindarkan adanya variasinya. Pengujian statistik diperlukan untuk menyelesaikan masalah seperti ini, dalam pengendalian kualitas statistik teknik-teknik tersebut diaplikasikan guna memeriksa dan menguji data untuk menentukan standar dan mengecek kesesuaian produk untuk mencapai operasi manufaktur yang maksimum, dan biasanya menghasilkan biaya kualitas yang lebih rendah dan menaikkan tingkat posisi kompetitif. Rancangan percobaan dapat digunakan dalam hubungannya dengan pengendalian proses statistik untuk meminimumkan variabilitas proses, yang menghasilkan produksi yang pada akhirnya bebas cacat (Purnomo, 2004).


Keuntungan Pengendalian Kualitas Statistik

Pengendalian kualitas statistik merupakan alat manajemen secara ilmiah. Beberapa keuntungan jika digunakan pengendalian kualitas statistik adalah sebagai berikut (Purnomo, 2004):

1. Perbandingan antara kualitas dan biaya.

2. Menjaga kualitas lebih seragam.

3. Penyediaan bahan baku yang lebih baik.

4. Penggunaan alat produksi yang lebih efisien.

5. Mengurangi kerja ulang atau pembuangan.

6. Memperbaiki hubungan produsen-konsumen.


Dimensi Kualitas

Kualitas memiliki dimensi yang banyak, sehingga sulit mendefinisikannya. David Gorvin menyarankan delapan dimensi kualitas, yaitu sebagai berikut (Nasrullah, 1997):

1. Performansi atau prestasi dari fungsi yang diperlihatkan oleh produk.

2. Sifat-sifat khusus dan menarik minat (feature), yang menjadikan suatu produk unik dibandingkan dengan produk sejenis dari produsen lain.

3. Keandalan, kemampuan produk untuk tidak mogok dalam masa kerjanya.

4. Kecocokan dengan standar industri.

5. Kemudahan diperbaiki jika terjadi kerusakan.

6. Daya tahan produk terhadap waktu.

7. Keindahan penampilan.

8. Persepsi konsumen.


Manajemen Kualitas

Manajemen kualitas sangat berpengaruh besar terhadap produk yang akan diproduksi, Dr. Deming adalah pakar manajemen kualitas Amerika Serikat. Dr. Deming menyarankan 14 butir manajemen mutu sebagai berikut (Nasrullah, 1997):

1. Ciptakan stabilitas motivasi untuk memperbaiki produk, mempunyai daya saing, dan memberikan lapangan kerja. Adopsi filosofi baru

2. Hilangkan ketergantungan pada pemeriksaan produk untuk mencapai produk bermutu. Hilangkan kebutuhan untuk inspeksi produk secara massal dengan membangun mutu sejak awal proses.

3. Akhiri kebiasaan menghargai bisnis atas dasar potongan harga.

4. Terus menerus perbaiki sistem produksi dan pelayanan, agar mutu dan produktifitas tentu diperbaiki, dan dengan demikian diupayakan tanpa henti penurunan ongkos.

5. Lembagakan pelatihan pada saat bekerja.

6. Lembagakan pengawasan.

7. Bersihkan rasa takut, sehingga setiap orang bekerja dengan efektif.

8. Hapus penghalang antar departemen.

9. Hilangkan slogan-slogan dan target-target yang harus dicapai para pekerja, jika tidak dilengkapi dengan cara-cara mencapainya.

10. Hilangkan standar kerja yang menyarankan angka target kerja bagi operator, ganti dengan pertolongan dan pengawasan.

11. Hapus penghalang antara pekerja tidak tetap dengan haknya untuk bangga dengan kemampuan kerjanya.

12. Lembagakan program ketat pendidikan dan pelatihan.

13. Letakkan setiap orang di perusahaan untuk bekerja melaksanakan pengubahan bahan baku menjadi barang jadi.


Seven Old Tools dalam Pengendalian Kualitas

Alat pengendalian kualitas merupakan metode pemecahan masalah dalam pengambilan keputusan. Keputusan diambil berdasarkan besar dan kecilnya dampak yang akan ditimbulkan dari keputusan tersebut. Tujuh alat yang digunakan dalam pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

1. Check Sheet

Check sheet atau formulir pemeriksaan merupakan lembar pengumpulan data dalam bentuk tabel yang dibuat untuk mempermudah pengumpulan data. Check sheet merupakan metode yang terorganisir, berikut ini adalah contoh dari sebuah check sheet (Heizer, 2006).

Tabel 2.1 Contoh Check Sheet

Masalah

Januari

Februari

Maret

Total

A

I

I

-

2

B

I

I

-

2

C

I

III

II

5

D

-

III

II

5

total

3

7

4

14

Sumber: Heizer (2006)

2. Histogram

Histogram adalah bentuk khusus dari suatu barchart, bedanya terletak pada skala dan jenis data yang digunakan. Histogram adalah grafik yang menunjukkan distribusi frekuensi sekelompok data.

3. Diagram Alir

Diagram alir adalah diagram yang menjelaskan langkah-langkah dalam sebuah proses. Diagram alir menunjukkan gambaran secara grafik yang terdiri dari simbol-simbol algoritma dalam suatu program dan menyatakan arah dari alur program.

4. Diagram pencar

Diagram Pencar digunakan untuk melihat korelasi (hubungan) dari suatu penyebab atau faktor yang kontinyu terhadap karakteristik mutu atau faktor lain.

5. Diagram Pareto

Diagram ini dimaksudkan untuk menemukan atau mengetahui penyebab utama yang merupakan kunci dalam penyelesaian persoalan, dan perbandingan terhadap keseluruhan persoalan pada daerah tertentu. Diagram ini juga digunakan untuk mengklasifikasikan masalah menurut sebab, dan gejalanya. Prinsip yang mendasari diagram ini adalah aturan “80–20” yang menyatakan bahwa “80%” of the trouble comes from 20% of the problems’’ (Purnomo, 2004).


6. Peta Kontrol

Peta kontrol atau grafik pengendali sangat penting dalam pengendalian kualitas secara statistik dalam industri. Peta kontrol merupakan alat untuk mengawasi kualitas dengan mudah sehingga semakin mudah juga dalam mengambil keputusan jika terjadi produk yang menyimpang. Peta kontrol ditentukan juga untuk membuat batas-batas dimana hasil produksi menyimpang dari mutu yang diinginkan. Semakin besar variasi tentunya produk menjadi kurang baik, kadang variasi besar dan kadang variasi kecil. Ada beberapa macam dari variasi yaitu (Purnomo, 2004):

a. Variasi didalam objek sendiri.

b. Variasi antar objek.

c. Variasi timbul dari perbedaan waktu produksi.

Jumlah variasi yang kecil, maka produk yang dibuat nampak tidak ada perbedaan atau serupa, hanya dengan alat yang lebih baik variasi atau perbedaan dapat ditunjukan. Beberapa faktor penyebab variasi yang timbul dalam produksi adalah sebagi berikut (Purnomo, 2004):

a. Proses.

b. Bahan baku yang tidak sama kualitasnya.

c. Karyawan atau operator.

d. Faktor lain yang sering menimbulkan sumber variasi, seperti faktor cuaca, temperatur, kelembapan, lingkungan kerja, dan faktor-faktor lainnya.

Peta pengendalian ini juga berguna untuk menganalisis proses dengan tujuan memperbaikinya secara terus-menerus. Grafik ini berbeda dengan grafik garis standar dengan adanya garis kendali batas di tengah, atas, dan bawah. Grafik ini juga mencantumkan batas maksimum, dan minimum yang merupakan batas daerah pengendalian. sehingga setiap titik dapat diindikasikan dengan tepat dari proses mana data diambil. Peta ini menunjukan perubahan data dari waktu ke waktu tetapi tidak menunjukan penyebab penyimpangan (Purnomo, 2004).


Tuesday, November 22, 2011

Sertifikat Kegiatan Pelatihan Guru SD Tarakanita III


Pada tanggal 25 Juni 2011, saya bersama rekan-rekan lainnya mendapat kesempatan untuk melakukan pelatihan kepada para guru di SD Tarakanita III. Pelatihan yang dimaksud adalah melakukan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci padat. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar guru-guru di sekolah tersebut dapat memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat setempat dalam hal meminimalisasi limbah minyak jelantah yang dapat mencemari lingkungan hidup, terutama lingkungan perairan. Berikut ini adalah sertifikat yang saya dapatkan dari kegiatan tersebut.


Sertifikat Ekskursi (Kunjungan Pabrik)




Pengalaman memang berharga, itulah yang saya rasakan setelah melakukan beberapa kali kunjungan pabrik bersama teman-teman dari Jurusan Teknik Industri di Universitas Gunadarma.
Berikut ini beberapa sertifikat yang telah saya peroleh dari kegiatan kunjungan pabrik yang diselenggarakan oleh HMTI Universitas Gunadarma.