Search This Blog

Total Pageviews

Tuesday, June 18, 2013

SEKILAS TENTANG SAMPLING PEKERJAAN (WORK SAMPLING)

Definisi dan Sejarah Work Sampling
Teknik work sampling pertama kali digunakan oleh seorang sarjana Inggris bernama L.H.C. Tippett dalam aktifitas keperluannya di industri tekstil. Selanjutnya digunakan dalam mengumpulkan informasi dalam mengenai kerja mesin atau operatornya. Dikatakan efektif karena dengan cepat dan mudah cara ini akan dapat dipakai untuk menentukan waktu longgar yang tersedia untuk suatu pekerjaan, pendayagunaan mesin sebaik-baiknya, dan penetapan waktu baku untuk proses produksi. Metode work sampling akan terasa jauh lebih efisien karena informasi yang dikehendaki akan didapatkan dalam waktu yang relatif lebih singkat dan dengan biaya yang tidak terlalu besar.
   
Sampling dalam bahasa asingnya sering disebut work sampling, ratio delay study atau random observation method adalah suatu teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktifitas kerja dari mesin, peroses atau pekerja. Pengukuran kerja metode work sampling seperti halnya pengukuran kerja pada jam henti dan diklasifikasikan sebagai pengukuran kerja secara langsung, karena pelaksanaan kegiatan pengukuran harus secara langsung ditempat kerja yang diteliti.

Teknik pengukuran cara langsung yang paling banyak digunakan adalah teknik Jam Henti (Stopwatch Time Study) dan teknik Sampling Pekerjaan (Work Sampling). Teknik sampling pekerjaan pada dasarnya dipilih sebagai teknik pengukuran untuk kondisi berikut:

a.       Terdapat kesulitan untuk mengenali siklus pekerjaan (terlalu besar)
b.      Penelitian ditujukan untuk menggambarkan fakta (tingkat produktivitas)
c.       Pekerjaan dilakukan oleh kelompok kerja
d.      Elemen pekerjaan bervariasi dan terdapat aktivitas yang tidak menentu

Terdapat beberapa hal dasar yang penting dan perlu dipahami dalam melakukan pengukuran waktu kerja dengan work sampling. Hal-hal yang mendasar dan perlu diperhatikan dalam melakukan pengukuran waktu dengan work sampling adalah sebagai berikut:
a.       Pengamatan yang dilakukan pada dasarnya adalah mengamati apakah operator sedang dalam kondisi kerja atau menganggur.
b.      Pengamatan tidak dilakukan secara terus menerus, melainkan hanya sesaat pada waktu yang telah ditentukan secara acak (random).
c.      Melakukan kunjungan ke operator yang akan diukur waktunya secara acak dan pengamatan dilakukan dalam selang waktu yang tidak sama, didasarkan pada bilangan random yang dikonversi ke satuan waktu.
 
Berbagai Kegunaan Work Sampling 
Work sampling merupakan salah satu metode yang sangat bermanfaat dalam perhitungan waktu penyelesaian. Kegunaan-kegunaan lainnya dari work sampling adalah sebagai berikut:
a.   Mengetahui distribusi pemakaian waktu sepanjang waktu kerja oleh pekerja atau kelompok kerja.
b.   Mengetahui tingkat pemanfaatan mesin-mesin atau alat-alat di pabrik.
c.   Menentukan waktu baku baku bagi pekerja-pekerja tidak langsung.
d.   Memperkirakan kelonggaran bagi suatu pekerjaan.

Kegunaan-kegunaan work sampling seperti di atas merupakan kelebihan-kelebihan dari work sampling. Cara work sampling pada umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama bahkan terkadang lebih lama dari jam henti.

Langkah-langkah sebelum Melakukan Work Sampling 
Langkah-langkah sebelum melakukan work sampling pada dasarnya sama dengan yang dilakukan pada jam henti. Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah yang dibutuhkan sebelum melakukan work sampling.
a.   Menetapkan tujuan pengukuran, hal ini mengenai untuk apa sampling dilakukan dan akan menentukan besarnya tingkat ketelitian dan keyakinan.
b.   Melakukan penelitian pendahuluan untuk mengetahui ada tidaknya sistem kerja yang baik.
c.   Memilih operator-operator yang baik.
d.   Mengadakan latihan bagi para operator yang dipilih agar dapat terbiasa dengan sistem kerja yang dilakukan.
e.   Memisahkan kegiatan sesuai yang ingin didapatkan.
f.    Menyiapkan peralatan yang diperlukan, yaitu papan pengamatan, lembaran-lembaran pengamatan, pena, atau pensil.

Perbedaan antara Pengukuran dengan Jam Henti dan Work Sampling 
Pengukuran dengan jam henti dan work sampling pada dasarnya memang sama-sama merupakan pengukuran langsung, namun keduanya tidak sama. Terdapat beberapa perbedaan antara pengukuran dengan jam henti dan pengukuran dengan work sampling. Berikut ini adalah perbedaan di antara kedua cara pengukuran tersebut.


                              Tabel 1. Perbedaan antara Jam Henti dengan Work Sampling
Cara Jam Henti
Cara Work Sampling
Digunakan untuk pekerjaan rutin dan monoton
Digunakan untuk pekerjaan bervariasi dan tidak rutin
Umumnya digunakan untuk mengamati 1 orang
Dapat digunakan untuk mengamati beberapa orang
Perhitungan berdasarkan waktu
Perhitungan berdasarkan proporsi
Siklus pekerjaan pendek dan jelas
Siklus pekerjaan tidak jelas
Pengamatan dilakukan secara kontinu
Pengamatan diskrit

Pemisahan Kegiatan untuk Work Sampling 
Pemisahan kegiatan merupakan langkah yang agak berbeda dengan langkah serupa, yaitu pembagian pekerjaan atas elemen-elemennya pada cara jam henti. Pada cara work sampling, hal yang ingin diukur dipisahkan dari kegiatan-kegiatan lain yang mungkin terjadi. Contoh pemisahan demikian adalah kegiatan produktif dan non produktif. Bentuk lain yang lebih rumit adalah jika yang ingin diukur beberapa kegiatan sehingga kemungkinan pengelompokkannya akan seperti:
Kegiatan 1: mengetik
Kegiatan 2: menerima instruksi pimpinan
Kegiatan 3: menelpon/melayani panggilan telpon     
Kegiatan 4: membereskan arsip-arsip kantor
Kegiatan 5: tugas keluar kantor
Kegiatan 6: kegiatan lainnya
Contoh ini dapat menunjukkan bahwa pengukur mungkin ingin mengetahui bagaimana distribusi penggunaan waktu bagi kegiatan-kegiatan 1 sampai dengan 5. Kegiatan-kegiatan lainnya yang tidak begitu penting seperti mengobrol, membaca surat kabar, menganggur, dan sebagainya tidak menjadi perhatian. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa kegiatan tersebut harus mutually exclusive, hal ini berarti suatu kegiatan terpisah sama sekali dan lainnya, dan jumlah semua kegiatan tersebut adalah semua kegiatan yang mungkin terjadi di tempat pekerjaan berlangsung.

Melakukan Work Sampling
Cara melakukan sampling pengamatan dengan work sampling juga tidak berbeda dengan yang dilakukan untuk cara jam henti. Terdapat tiga langkah untuk melakukan work sampling, yaitu melakukan sampling pendahuluan, menguji keseragaman data, dan menghitung jumlah pengamatan yang diperlukan.

Aplikasi Work Sampling untuk Penetapan Waktu Tunggu (Delay Allowance)
Metode work sampling dapat digunakan untuk menetapkan waktu lonngar (allowance) maka satu hal yang harus ditetapkan terlebih dahulu adalah membakukan metode kerja yang digunakan (standardized method). Sebagai bagian dari aktivitas pengukuran kerja, maka metode  work sampling juga harus dikaitkan dengan proses penyederhanaan kerja (work simplification). Tujuan utama dari work simplification adalah berusaha untuk menekan aktivitas-aktivitas yang diklasifikasikan sebagai non produktif sampai persentase terkecil. Hal ini bisa dilaksanakan dengan cara memperbaiki metode kerja, alokasi perbedaan mesin/manusia secara tepat, dan lain-lain.
        
Aplikasi Work Sampling untuk Menghitung Kelonggaran (Allowance)
Work sampling dapat digunakan untuk mendapatkan besarnya kelonggaran. Terdapat tiga macam kelonggaran, yaitu kelonggaran untuk kebutuhan pribadi, menghilangkan rasa fatique, dan untuk hambatan-hambatan yang tak terhindarkan. Pemisahan kegiatan untuk ketiga macam kelonggaran tersebut dapat dibentuk seperti berikut:
Kegiatan 1:      kegiatan untuk kebutuhan pribadi
Kegiatan 2:      kegiatan untuk menghilangkan rasa fatique
Kegiatan 3:      hambatan-hambatan yang tidak terhindarkan
Kegiatan 4:      lain-lain

Langkah berikutnya mengikuti langkah-langkah work sampling. Kegiatan-kegiatan 1, 2, dan 3 dapat digabungkan menjadi satu, yaitu “kegiatan kelonggaran” sehingga menjadi:
Kegiatan 1:      kegiatan kelonggaran
Kegiatan 2:      lain-lain

Cara demikian memang lebih sederhana, sebab jumlah pengamatan yang diperlukan lebih sedikit, namun tidak diketahui secara terperinci. Penguraian yang lebih terperinci dapat juga dilakukan, misalnya menjadi:
Kegiatan 1:      bercakap-cakap sekedarnya
Kegiatan 2:      minum sekedarnya
Kegiatan 3:      ke kamar kecil
Kegiatan 4:      berhenti waktu istirahat

Cara seperti ini dapat mengetahui kelonggaran untuk setiap macam kegiatan  yang bersangkutan, tetapi cara ini menuntut jumlah pengamatan yang lebih banyak karena persentase setiap kegiatan yang terperinci ini kecil atau sangat kecil.

Terdapat dua hal yang harus diperhatikan jika ingin menggunakan work sampling untuk menentukan kelonggaran. Hal yang pertama adalah sifat kegiatan dari kelonggaran yang tidak selalu tampak sebagai kegiatan yang berdiri sendiri. Misalnya, untuk menghilangkan rasa fatique operator tidak selalu berhenti bekerja, tetapi dapat dengan melambatkan kecepatan kerja.

Hal yang kedua adalah operator yang diukur harus seorang yang melakukan kegiatan-kegiatan kelonggaran secara wajar, artinya tidak bercakap-cakap terlampau banyak, sering minum atau ke kamar kecil, dan sebagainya. Hal ini adalah untuk menjamin agar kelonggaran yang diberikan kepada operator tersebut merupakan kelonggaran yang sepantasnya.     


Aplikasi Work Sampling untuk Kegiatan Perkantoran
Work sampling dapat dimanfaatkan dalam kegiatan perkantoran. Penerapan work sampling dalam kegiatan perkantoran pada umumnya bertujuan untuk mengamati perilaku pekerja kantor (clerical workers) sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi biaya overhead. Berikut ini akan diuraikan beberapa kegunaan dari work sampling pada kegiatan perkantoran.
a.       Mengidentifikasi kegiatan produktif dan non produktif.
b.      Memperbaiki aktivitas supervisor.
c.       Menopang usulan penambahan jumlah personil.
d.      Mengidentifikasi job content atau job description.


Referensi 
http://dian.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/3667/SAMPLING+PEKERJAAN.pdf
http://www.scribd.com/doc/33692464/null
Sutalaksana, Anggawisastra. 1979. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Wignjosoebroto, Sritomo. 1992. Teknik Tata Cara dan Pengukuran Kerja. Surabaya: PT. Guna Widya
 

1 comment: