Search This Blog

Total Pageviews

Tuesday, June 18, 2013

ULASAN SINGKAT BASIC METHODS TIME MEASUREMENT (MTM-1)

Basic Methods Time Measurement (MTM-1)
         Basic Methods Time Measurement (MTM-1) adalah prosedur untuk memperbaiki metode dan menetapkan standar waktu dengan mengklasifikasi, dan mendiskripsikan gerakan yang digunakan atau diminta untuk melakukan suatu operasi tertentu dan menetapkan standar yang ditentukan waktu pra-gerakan tersebut. Hal ini terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan praktisi dan pengguna yang telah dikembangkan dari suatu sistem pengukuran kerja dan analisis terhadap sebuah keluarga sistem yang memenuhi kebutuhan beragam pengguna yang berbeda sehingga hasil yang akan didapat pun berbeda. Basic Methods Time Measurement juga merupakan bentuk sistem dasar yang semua sistemnya telah dikembangkan. Metoda ini berguna untuk siklus yang berulang-ulang dan cukup detail dalam pengidentifikasian suatu elemen gerakan dasar (Sutalaksana, 1979). Basic Methods Time Measurement adalah suatu sistem penetapan awal waktu baku (Predetermined Time Standard) yang dikembangkan berdasarkan studi gambar gerakan-gerakan kerja dari suatu operasi kerja industri yang direkam dalam film.

Studi Gerakan
Studi gerakan adalah analisa yang dilakukan terhadap beberapa gerakan bagian badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Untuk memudahkan penganalisaan terhadap elemen gerakan kerja yang dipelajari, perlu dikenal dahulu gerakan-gerakan dasar. Seorang tokoh yang telah meneliti gerakan-gerakan dasar secara mendalam adalah Frank B. Gilbreth beserta istrinya yang menguraikan gerakan ke dalam 17 gerakan dasar atau elemen gerakan yang dinamai Therblig (Sutalaksana, 1979). Suatu pekerjaan mempunyai uraian yang berbeda-beda jika dibandingkan dengan pekerjaan yang lainnya. Tetapi dalam Basic Methods Time Measurement untuk gerakan dasar atau elemen gerakan hanya terdapat 11 macam gerakan, yaitu reach (R), move (M), apply pressure (AP), turn (T), grasp (G), release (Rl), position (P), disengage (D), eye time yang terdiri dari eye travel (ET) dan eye focus (EF), crank (C), dan body, leg & foot motion. Hal ini tergantung pada jenis pekerjaannya. Secara garis besar masing - masing gerakan dasar atau elemen gerakan dapat didefinisikan sebagai berikut:

Gerakan Menjangkau (Reach)
Gerakan menjangkau adalah elemen gerakan yang menggambarkan gerakan tangan berpindah tempat tanpa beban atau hambatan (resistance) baik gerakan yang menuju atau menjauhi obyek. Gerakan ini diklasifikasikan sebagai elemen gerakan yang efektif dan sulit untuk dihilangkan secara keseluruhan dari suatu siklus kerja. Meskipun demikian gerakan ini dapat diperbaiki dengan memperpendek jarak jangkauan serta memberikan lokasi yang tetap untuk obyek yang harus dicapai selama siklus kerja berlangsung. Dalam pergerakan ini, tangan dalam keadaan kosong atau tidak membawa obyek apapun. 
     
Gerakan Membawa (Move)
Gerakan membawa merupakan elemen gerakan perpindahan tangan, hanya saja disini tangan bergerak dalam kondisi membawa beban (obyek). Elemen gerak membawa termasuk elemen gerakan yang efektif sehingga sulit untuk dihindarkan. Tetapi waktu yang digunakan untuk elemen kegiatan ini dapat dihemat dengan cara mengurangi jarak perpindahan, meringankan beban yang harus dipindahkan, dan memperbaiki tipe pemindahan beban dengan prinsip gravitasi atau mempergunakan peralatan material handling. Terdapat 3 macam kasus yang membedakan gerakan-gerakan yang termasuk dalam move yaitu kasus A adalah mengangkut dengan tingkat pengendalian rendah (low) atau sedang (medium) suatu objek ke tangan lain atau berhenti karena suatu penahanan. Kasus B adalah mengangkut objek ke suatu sasaran yang letaknya tidak pasti. Kasus C adalah mengangkut dengan tingkat pengendalian tinggi (high) suatu objek ke suatu sasaran yang sudah pasti.

Gerakan Menekan (Apply Pressure)
            Gerakan menekan (apply pressure) adalah suatu elemen gerakan pada saat suatu kegiatan gerakan memerlukan tekanan yang cukup. Gerakan yang dimaksud seperti gerakan untuk mengencangkan sekrup dengan obeng. Gerakan tersebut memerlukan penekanan.

            Gerakan Memutar (Turn)
Gerakan memutar (turn) adalah memutar atau gerakan memutar tangan sepanjang sumbu tangan atau lengan bawah. Dalam penentuannya turn dibagi menjadi 3 kategori yang didasarkan atas berat objek yang diputar atau beban putaran, yaitu small, medium (lebih besar 57% dari small), dan large (lebih besar 200% dari small). Gerakan turn juga dibagi berdasarkan kondisi tangan waktu memutar, yaitu  reach-turn (jika tangan dalam keadaan kosong) dan move-turn (jika tangan terdapat objek).

Gerakan Memegang (Grasp)
Gerakan memegang (grasp) adalah elemen gerakan dasar untuk menguasai sebuah atau beberapa objek baik dengan jari atau dengan tangan untuk memungkinkan melakukan gerakan dasar berikutnya. Hal-hal yang mempengaruhi lamanya gerakan ini adalah mudah sulitnya dipegang, bercampur tidaknya dengan objek lain, bentuk objek dan lain-lain.

Gerakan Melepas  (Release)
Gerakan melepas (release) adalah gerakan melepaskan penguasaan objek oleh jari atau tangan. Terdapat dua kategori untuk pembagian gerakan release. Kategori tersebut merupakan gerakan yang mungkin terjadi pada gerakan release. Pembagian gerakan release sebagai berikut:
a.       Rl 1 : Membuka jari untuk melepaskan.
b.      Rl 2 : Menghindar (lawan dari G5).

Gerakan Mengarahkan (Position)
           Gerakan mengarahkan (position) adalah gerakan dasar dari jari atau tangan yang dipergunakan untuk meluruskan, mengorientasikan atau mengarahkan sebuah obyek dengan objek lainnya, dengan tujuan memperoleh hubungan yang spesifik. Pengertian simetri ialah objek yang diarahkan bisa dalam keadaan bebas dimasukkan atau diarahkan. Dan yang dimaksud dengan semi-simetri ialah objek yang diarahkan atau dimasukkan terbatas posisinya pada saat dimasukkan. Sedangkan yang dimaksud dengan non-simetri ialah objek yang diarahkan atau dimasukkan hanya bisa dimasukkan dengan satu posisi saja. 


Gerakan Melepas Rakit (Disengage)
Gerakan melepas rakit (disengage) adalah gerakan dasar untuk memisahkan suatu obyek dari obyek lain. Pembagian pada gerakan disengage ini dibagi dalam 3 kategori, yaitu:
a.  D1 : Loose, sangat sedikit usahanya, dan bercampur dengan gerakan selanjutnya. Dan jarak pemisahannya sampai dengan 1 inch.
b.      D2 : Close, usahanya normal, dan jarak pemisahannya antara 1 inch sampai dengan 5 inch.
c.       D3 : Tight, Usaha yang besar, dan jarak pemisahannya lebih besar dari 5 inch dan lebih kecil dari 12 inch.

Gerakan Mata (Eye Time)
Gerakan mata adalah grakan yang dilakukan dalam waktu operator melakukan perakitan, pergerakan mata diketahui pada saat operator melakukan pergerakan tangan untuk mengambil dan mencari obyek yang akan dirakit. Gerakan mata ini terbagi menjadi dua gerakan, yaitu:
a.       Eye Travel (ET)
dapat dilakukan sehubungan dengan penentuan eye travel ini, yaitu dengan membaca tabel ataupun menggunakan rumus. Berikut ini adalah tabel yang dibutuhkan dalam pengukuran:

Tabel 1. Nilai TMU Berdasarkan Derajat Perpindahan Mata
Sudut
Perpindahan (Derajat)
TMU
15
4.3
30
8.6
45
12.8
60
17.1
>=75
20


b.       Eye Focus (EF)
Eye focus adalah konsentrasi mata atau penglihatan mata terhadap suatu obyek pada kurun waktu tertentu dengan maksud memperjelas penglihatan. Nilai eye focus adalah sebesar 7,3 TMU.


Crank
Crank adalah gerakan memutar dari jari tangan , tangan, pergelangan tangan dan lengan. Berbeda dengan turn, gerakan crank memiliki diameter dari putaran, sebagai contoh memutar stir mobil.


            Body, Leg and Foot Motion
        Gerakan ini terdiri dari gerakan tubuh dan gerakan kaki. Pembagiannya adalah sebagai berikut: 
a.       Horizontal Motion
Definisi horizontal motion adalah pergerakan tubuh secara horizontal. horizontal motion dikategorikan dalam tiga jenis pergerakan, yaitu:
1). Berjalan (Walk)
2).  Pindah ke samping (Side Step)
            3)      Putar badan (Turn Body)
 b.      Leg and Foot Motion
Gerakan leg and foot motion ini dapat dikategorikan menjadi tiga bagian, yaitu:
1).  Foot motion (FM)
2). Foot motion with heavy pressure (FMP)
3).  Leg motion (LM)
c.       Vertical motion
Vertical motion adalah pergerakan ke atas atau ke bawah yang dilakukan oleh tubuh. Pergerakan vertical motion ini dibagi dalam sepuluh kategori, yaitu :
1).  Duduk (Sit), definisi sit ialah gerakan badan untuk duduk, dari keadaan berdiri.
2).  Berdiri (Stand), definisi berdiri adalah gerakan badan untuk berdiri, dari keadaan duduk.
3).  Bend (B), definisi  bend adalah membungkuk di tempat dari posisi berdiri, sehingga tangan dapat menjangkau suatu obyek, posisi lutut tetap lurus.
4).  Stoop (S), definisi stoop ialah membungkuk di tempat dari posisi berdiri, sehingga tangan sampai ke lantai
5).  Kneel on one knee (KOK), definisi kneel on one knee ialah gerakan merendahkan badan dari keadaan berdiri dengan memindahkan satu kaki ke depan atau ke belakang dan menurunkan satu lutut ke lantai.
6).  Arise from bend  (AB), definisi arise from bend adalah berdiri tegak kembali dari posisi bungkuk (bend).
7).  Arise from stoop (AS), definisi Arise from stoop adalah berdiri tegak kembali dari posisi bungkuk (stoop).
8).  Arise from kneel on one knee (KOK), definisi Arise from kneel on one knee adalah berdiri tegak dari posisi “kneel on one knee (KOK).
9).  Kneel on both knees (KBK), definisi kneel on both knees adalah merendahkan tubuh dari posisi berdiri dengan memindahkan satu kaki ke depan atau ke belakang, dan merendahkan atau menurunkan satu lutut ke lantai, serta menempatkan lutut kedua berdekatan dengan lutut pertama.
10). Arise from kneel on both knees (AKBK), definisi arise from kneel on both knees adalah berdiri tegak kembali setelah melakukan”arise from kneel on both knees” (KBK).
   
  
Referensi
Sutalaksana, Iftikar Z. 1979. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung.
Wignjosoebroto, Sritomo. 1995. Teknik Tata Cara dan Pengukuran Kerja. Surabaya: Guna Widya.
Yudiantyo, Wawan. 1994. Penunjuk Praktis Penggunaan MTM 1-2-3. Universitas Kristen Maranatha.

2 comments: